Kamis, 24 Apr 2014
Pilih Bahasa :
Indonesia English

Vonis Bioremediasi Timbulkan Kecemasan Pengusaha Migas


comoemigrar.net

Ishak Pardosi
 
Jakarta, GEO ENERGI - Indonesian Petroleum Association (IPA) bereaksi keras terhadap putusan pengadilan yang menyatakan bersalah pekerja PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Bagi IPA, vonis tersebut merupakan kriminalisasi terhadap Kontrak Kerja Sama (KKS) dan sangat mengkhawatirkan bagi  para pelaku industri migas nasional maupun multinasional.

“Bahkan telah  menimbulkan kecemasan yang tinggi di kalangan pekerja Kontraktor KKS (KKKS) sehingga dapat menyulitkan dan menurunkan efektifitas operasi migas di Indonesia,” tandas Direktur Eksekutif IPA Dipnala Tamzil, dalam siaran persnya kepada GEO ENERGI, Rabu (24/7/2013).
 
Padahal, lanjut Dipnala, KKS merupakan kontrak bisnis sehingga perselisihan yang timbul dari implementasi proyek KKS, harus diselesaikan berdasarkan prinsip hukum perdata, bukan hukum pidana. Kendati begitu, IPA tetap mengimbau agar seluruh anggotanya tetap beroperasi dengan menjunjung tinggi etika dan integritas usaha dan mematuhi seluruh peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia.
 
“IPA dan seluruh anggotanya mempromosikan tata kelola usaha yang baik (good corporate governance), tidak hanya di lingkungan sektor migas, tetapi juga di seluruh lingkup komunitas usaha di Indonesia,” demikian Dipnala.

Majalah Geo Energi Edisi Terbaru

Hampir satu dasa warsa terbengkalai, proyek gas pipa Kalimantan-Jawa (Kalija) akhirnya jalan. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN) menjadi juru selamat, melanjutkan proyek yang

Berlangganan